Kamis, 24 September 2009

GAGAP PADA ANAK (PENYEBAB DAN TERAPINYA)

Berbicara merupakan:

  • Hasil tanggapan rangsang dari luar
  • Perubahan fisik
  • Suatu ungkapan isi hati, emosi dan pikiran seseorang.

Semua proses bicara dikendalikan oleh pusat bicara yang terletak di cortex cerebri belahan otak kiri pada orang normal.

Impuls dari kortex ini kemudian disalurkan melalui saraf tepi ke komplek alat bicara:

  • Alat pernafasan yang berfungsi menghasilkan aliran udara
  • Pita suara menghasilkan getaran suara
  • Alat resonansi: rongga mulut, lidah, bibir, rongga hidung dan lain-lain.

Seorang anak yang belajar berbicara berarti ia sedang belajar mengkoordinir / mengatur fungsi komplek alat bicara ini, ia belajar dari orang tuanya bagaimana mengucapkan kata-kata serta dengan melihat ekspresi wajah sehingga mengerti arti dan maksud dari suatu kata.

Peranan orang tua dalam mengajar anak berbicara disini sangat penting karena ialah yang pertama kali memperkenalkan kata-kata.

Banyak orang tua mengajar anak berbicara dengan suara yang di cedal-cedalkan (menirukan anak kecil) hal ini merupakan cara yang tidak benar karena anak nanti akan menirukan pula cara bicara demikian akhirnya anak akan berbicara dengan cara yang tidak benar padahal ia tidak tahu itu.

Anak harus diajarkan cara berbicara yang sebenarnya walaupun mungkin ia untuk pertama kali tidak bisa menirukan dengan baik, tetapi lama kelamaan dengan sendirinya ia telah bisa mengatur fungsi alat bicaranya dan akhirnya bisa berbicara dengan benar.

Setiap ada gangguan dalam berbicara hendaklah dicari dulu sebab organis sebelum kita cari sebab-sebab psikologis. Sebab-sebab organis antara lain:

1. Gangguan alat pendengaran

Setiap ada gangguan bicara harus kita tes fungsi alat pendengaran bila ada gangguan maka anak tidak pernah mendapat rangsang dari luar berupa suara akibatnya anak tidak dapat berbicara walaupun komplek alat bicara tidak mengalami gangguan.

2. Kerusakan cortex cerebri

Jelas akan menimbulkan gangguan pula yang dikenal sebagai aphasia motorik penderita lupa arti dari kata-kata, ini banyak dijumpai dalam kecelakaan lalu lintas.

3. Kerusakan pada komplek alat bicara misal; adanya pembesaran tonsil (amandel) akan mengganggu aliran udara.

Gangguan bicara yang paling umum dijumpai yaitu gagap; anak berbicara dengan susah payah, kata-kata yang terputus-putus dan tidak jelas artinya.

Gangguan utama gagap sebenarnya terletak pada pengaturan aliran udara oleh akat pernafasan, sebab untuk menghasilkan kata-kata yang jelas diperlukan pengaturan aliran udara yang baik pula yang dinamis pada waktu suatu ketika kita harus memberi penekanan atau perlambatan dalam mengucapkan kata.

Pada orang yang terkejut maka secara reflek akan terjadi disorganisasi ritme pernafasan pada waktu itu ia bisa menderita gagap untuk beberapa saat, hal ini juga terjadi pada anak-anak tapi disini berlangsung lebih lama dapat beberapa jam, bahkan beberapa hari.

Anak yang gagap sangat sensitif akan cacatnya ini maka dalam menanggapinya kita harus hati-hati, anak jangan sampai dimarahi atau dibentak (walaupun mungkin kita merasa jengkel) karena hal ini akan menambah stres mental bagi si anak, akibatnya anak bersifat defensif, takut, cemas dan kadang anak menjadi agresif terhadap lingkungan yang baru atau situasi yang belum dikenal betul.

Sebenarnya gagap normal dijumpai pada anak kecil yang baru belajar berbicara tetapi ini segera akan menghilang dengan sendirinya kalau anak sudah dapat berbicara.

Berdasarkan penyelidikan gagap;

· Banyak dijumpai mulai umur 3-4 tahun, ketika anak mulai belajar berbicara. Incidence pada anak-anak lebih banyak dari pada orang dewasa, jadi ada kecenderungan menghilang sendiri, meskipun demikian harus diingat bahwa gagap yang sudah berlangsung lama sukar sekali penyembuhannya.

· Frekuensi pada laki-laki lebih banyak dibanding pada perempuan.

· Faktor keturunan memegang peranan pula, karena ternyata sering didapatkan anak gagap dengan orang tua yang gagap juga pada waktu kecilnya.

· Sering sekali daidapat gagap ada hubungannya dengan kidal, hal ini dapat diterangkan sebagai berikut:

1. secara anatomis pusat motorik anak kidal terletak pada belahan otak kanan (sedang pada orang normal pada belahan otak kiri) begitu pula pusat bicaranya dan ini menyebabkan dissosiasi fungsi.

2. secara psikologis, anak berusaha mengatasi kekidalannya yang dianggapnya tidak normal (apalagi bila orang tua menyokongnya) tetapi ia tidak berhasil sehingga akan menimbulkan kekesalan, kecemasan dan frustasi.

· Gagap sering dimulai dengan adanya suatu stres pada anak.

· Gagap kadang-kadang ada hubungannya dengan histeri tetapi biasanya diikuti pula dengan gejala histeri yang lain.

Terapi:

1. Latihan bicara

· Mengajarkan pada anak cara berbicara yang benar.

· Dengan lebih banyak mengadakan kontak bicara, anak lebih sering diajak berbicara hal ini juga bisa untuk mengeratkan hubungan kasih saying anak dengan orang tua.

· Mengajarkan berbicara kata-kata yang sudah dihafal dan diucapkan dengan benar kepada si anak, hal ini akan menambah semangat dan hendaklah orang tua jangan segan-segan memberikan pujian bila anak berhasil mengucapkan kata-kata dengan benar.

· Latihan pernafasan, yang akan menunjang cara berbicara, nafas ekspirasi disini berfungsi untuk menggentarkan pita suara.

· Relaxation therapy, biasa si anak tidak bisa rileks karena adanya ketegangan dan konflik emosi, kecemasan akan menyebabkan kekakuan dari otot-otot yang berfungsi untuk berbicara. Karena itu anak diajarkan untuk bisa rileks dan latihan-latihan dibuat dalam suasana yang tidak tegang, hal ini akan membuat pula anak menjadi berani mengungkapkan pendapatnya.

2. Psikoterapi

Harus diajarkan bersamaan dengan latihan berbicara. Pertama-tama harus kita tinjau hubungan anak dengan orang tua:

· Apakah ada hubungan yang tidak harmonis.

· Hubungan yang tidak wajar.

· Orang tua kurang memberikan perhatiannya pada si anak.

· Orang tua yang terlalu memanjakan anak sehingga apa-apa sudah tersedia maka orang tua jadi jarang mengadakan kontak bicara.

Pada pokoknya psikoterapi ini ditunjukkan untuk menghilangkan semua hal yang menimbulkan ketegangan dan kecemasan pada si anak.

Situasi psikologis dan tekanan emosi yang dapat menimbulkan rasa inferior (rendah diri) harus dihilangkan.

Beberapa kasus gagap dapat disembuhkan dengan analitik treatment misalkan dengan play therapy yaitu anak diajar belajar bicara sambil bermain.

Kadang-kadang terapi dengan hypnosis oleh seorang ahli dapat membantu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar