Minggu, 29 Agustus 2010

MEMBAHAS NOVEL BERJUDUL "ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH"

Kali ini saya akan mengomentari beberapa hal mengenai novel yang berjudul "ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH", karena menurut saya dalam buku ini terdapat beberapa hal yang menarik untuk dibicarakan.
Judul buku ini bagus seakan-akan menceritakan bagaimana anak miskin dilarang untuk bersekolah, oleh siapa? Pastinya oleh orang tuanya karena merasa tidak mampu untuk membiaya sekolah anak mereka dan yang melarang orang miskin bersekolah ada keadaan, di mana mereka harus membanting tulang untuk mencari sesuap nasi namun itu juga terkadang masih sering kurang dan kadang pas-pasan, karena keadaan maka mereka tidak bisa sekolah. Saat saya membeli buku ini, saya tidak sabar untuk segera membacanya dan ingin mengetahui seperti apa mimpi mereka tak terjamah untuk dapat bersekolah, larangan seperti apa yang mereka dapatkan sehingga mereka tidak dapat bersekolah? Rasa penasaran ini membuat saya secepat mungkin membaca buku ini. Saya melihat beberapa kejanggalan mulai dari anak kelas 5 SD yang sudah bisa menjadi guru di suatu sekolah terbuka. Saat kita masih kelas 5 SD kita tentu hanya dapat belajar dan mengulang pelajaran, mengajari teman bisa tetapi biasanya kita hanya memberi tahu sesuai dengan yang kita tau dan pengetahuan kita saat kita masih kelas 5 SD. Walaupun dia hanya menjadi seorang guru baca tulis dan berhitung tapi seorang anak kelas 5 SD belum memiliki tehnik mengajarkan orang lain apa lagi orang-orang dewasa. Seseorang harus meraih gelar S. Pd agar dia bisa menjadi guru, sungguh "hebat" anak kelas 5 SD ini. Apakah dia anak indigo? Ah, sudahlah yang pasti itu keganjalan yang sangat terasa.
Ketiga anak alam untuk mereka dapat bersekolah sangat keras dan mereka terlalu memaksakan hidup mereka untuk bekerja semampu mereka membiayai sekolah mereka sendiri, hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita kaum pelajar agar menghargai saat di mana kita dapat bersekolah dan menyukainya. Karena ilmu itu sangat mahal harganya.
Tapi sayangnya dalam buku semua yang diceritakan hanya sampai perjuangan ketiga anak miskin tersebut saat masuk kelas satu dan kenaikan ke kelas dua, tidak ada akhirnya yang menandakan bahwa mereka akhirnya berhasil ataukah memang tidak dapat lulus sampai kejenjang berikutnya. Dan menurut saya, tidak ada hubungan dengan judulnya "ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH". Karena ternyata anak miskin malah mendapatkan dukungan dari kepala sekolah, guru, juga teman-teman lainnya, jadi tidak ada yang melarang. Lingkungan pun mendukung dengan adanya pekerjaan yang dapat mencukupi untuk membiayai sekolah. Lalu di manakah kesan bahwa "ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH"?
Saya rasa judulnya terlalu berlebihan karena memang dari dulu tidak pernah ada hal seperti itu, malah biasanya mereka akan dibantu oleh sekolah jika tidak dapat membayar uang sekolah.
Judul menarik tapi sayang cerita di dalamnya kurang menyentuh hati di mana letak larangan sesuai dengan judul tersebut. Pandangan saya pada awal sebelum saya membaca Novel ini, saya berpandangan bahwa anak-anak dari keluarga miskin ini sangat ingin bersekolah tapi mereka tidak bisa, walaupun mereka sudah berusaha tapi ternyata sekolah-sekolah pun tidak mau menerima mereka, guru-guru tidak ada yang suka pada mereka, dan tantangan yang banyak saat mereka ingin masuk sekolah. Tapi ternyata tidak! Malah mereka sangat diterima saat akan masuk sekolah dan dalam membiayai sekolah pun mereka mendapat pekerjaan yang sangat membantu mereka untuk bersekolah. Dan hanya diceritakan dari mau masuk kelas satu sampai naik kelas ke kelas 2 dan itu masih pada jenjang Sekolah Dasar.
Oh Tidak!
Saat menggantung sekali rasanya.

Semoga saran dan kritik ini dapat diterima. Ini hanya opini ungkapan hati pembaca atas apa yang telah dibacanya.
Trima kasih.

Rabu, 19 Mei 2010

DAPATKAH KOMPUTER YANG CERDAS MENGGANTIKAN MANUSIA?

Komputer yang cerdas dapat membantu manusia dalam menyelesaikan sesuatu pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan atau dilakukan oleh manusia yaitu seperti melakukan pekerjaan yang berbahaya bagi manusia contohnya robot sensor di dalam ke dalaman laut, lebur baja, dan lain sebagainya. Sehingga manusia membutuhkan komputer yang cerdas untuk membantu masalah yang sangat berat, begitu juga untuk menghemat biaya dalam menyimpan arsip dibandingkan dengan kertas. Akan tetapi walaupun komputer yang cerdas sangat diperlukan dalam kehidupan manusia tetap saja komputer tidak dapat menggantikan manusia. Karena komputer yang cerdas dibuat oleh manusia hanya untuk membantu manusia dalam melakukan beberapa aktivitas yang dianggap membahayakan dan sulit untuk dilakukan. Komputer tetap memerlukan manusia untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi seutuhnya beda dengan manusia dapat bekerja dan bergerak sendiri dengan pikirannya sendiri. Komputer yang cerdas juga tidak dapat menggantikan posisi manusia karena secerdas apapun suatu komputer dia tidak memiliki perasaan dan dapat terjadi kesalahan dalam suatu sistem komputer yang tanpa disadari oleh komputer tersebut dan membutuhkan manusia untuk memperbaikinya, sedangkan manusia memiliki perasaan untuk memahami dan mengerti sesamanya juga untuk bersosialisasi. Hal ini menunjukkan bahwa komputer yang cerdas tidak dapat menggantikan manusia karena komputer tetap membutuhkan manusia dan manusia membutuhkan komputer untuk membatunya menyelesaikan suatu pekerjaan.
Kesimpulannya bahwa komputer diciptakan manusia adalah untuk membantu manusia dalam melakukan setiap pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia ataupun pekerjaan yang berbahaya bagi manusia. Jadi, komputer yang cerdas hanya untuk membantu saja sesuai dengan guna dan fungsi komputer tersebut diciptakan.

Rabu, 21 April 2010

BAHAYA AMPHETAMINE SEBAGAI OBAT PENGURUS TUBUH

Kegemukan (obesitas) memang hal yang tidak mengenakkan terutama bagi wanita, baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Dan jika dipandang dari sudut kosmetik, memang kegemukan ini sangat tidak ideal, mungkin karena model pada saat ini terkenal dengan tubuh yang ramping, sehingga beruntunglah bagi mereka yang mempunyai ukuran tubuh yang ramping. Tapi bagaimana bagi mereka yang mempunyai tubuh yang gemuk? Mereka akan gelisah dan berusaha akan mengurangi kegemukannya dengan jalan apapun, baik itu dibenarkan dari segi kesehatan ataupun tidak, bagi mereka tidak penting, yang penting adalah bisa mengurangi ukuran tubuh yang tidak ideal untuk masa kini.
Sebagai ilustrasi seorang teman wanita yang mempunyai ukuran tubuh yang gemuk, dimana dia berusaha untuk mengurangi ukuran tubuhnya dengan cara meminum obat pelangsing. Setelah berbicara lebih lanjut dengannya diketahuilah bahwa obat tersebut adalah “amphetamine”. Obat ini tergolong dalam stimulantia yang mempunyai efek dapat menekan nafsu makan sehingga dapat dipakai untuk tujuan mengurangi berat badan dengan jalan menghilangkan nafsu makan, sehingga lama-lama berat badan akan turun. Di samping itu amphetamine juga dipakai untuk pengobatan bagi penderita depresi (sebagai obat anti depresan) dengan jalan merangsang saraf pusat, sebagai obat penderita epilepsy jenis petitmal, parkinsonisme, dan pengobatan intoxicaso obat-obat penekan susunan saraf pusat.
Efek amphetamine sebagai anti obesitas ini sebenarnya hanya merupakan efek samping, dan bukan merupakan tujuan dari penggunaan obat tersebut. Apabila kita amati lebih lanjut dari pemakaian obat ini, maka tidak seperti apa yang kita kehendaki, sebab jenis obat ini mempunyai sifat addiksi, yang artinya untuk memperoleh efek yang sama kita harus menaikkan dosis obat sesuai dengan efek yang kita kehendaki. Contoh:
Missal pada minggu pertama kita cukup menggunakan amphetamine satu tablet perhari, tapi pada minggu-minggu berikutnya kita akan menggunakan dosis yang lebih tinggi, misalnya 2-3 tablet perhari. Sehingga lama-lama kita tidak merasakan bahwa tubuh kita telah kecanduan amphetamine, yang justru akibatnya lebih berat dari pada kecanduan narkotik. Hal ini memang tidak kita duga, sebab amphetamine bukan golongan narkotik dan memang tujuan untuk minum amphetamine bukan untuk kecanduan, tetapi hanya sekedar untuk menurunkan berat badan.
Hal yang tidak terduga ini banyak terjadi dalam masyarakat sehingga mereka menjadi penderita ketergantungan obat, menjadi amphetamine. Sedang teman wanita tadi memperoleh amphetamine dari temannya, yang dulu badannya juga gemuk, tapi akibat amphetamine kegemukannya menjadi berkurang, sehingga teman wanita tadi ikut-ikutan minum amphetamine tanpa tahu apa akibatnya yang cukup membahayakan bagi tubuhnya.

BAHAYA AMPHETAMINE
Dengan dosis rendah: penderita merasa badannya lebih segar, baik fisik maupun mental, semangat naik, kepercayaan pada diri sendiri bertambah dan perasaan hati jadi gembira.
Dengan dosis tinggi: efek stimulasi timbul dengan cepat dan hebat mencapai suatu keadaan kicks, high dan flash suatu keadaan exite, kekuatan dan energi. Penderita merasa dirinya paling hebat, paling tinggi, merasa kuat dan sanggup melakukan apa saja.
Pada waktu efek obat mulai menurun penderita sangat gelisah, irritable, timbul berbagai ilusi dan halusinasi serta bermacam-macam waham, dia merasa diancam, dikejar-kejar dan pada saat ini dia mungkin:
- Menyakiti diri sendiri, merusak lingkungan, dapat bunuh diri, atau bahkan membunuh orang lain ataupun criminal activity yang lain.
- Dia akan berusaha kembali mendapatkan obat setiap kali merasakan penurunan efek obat sehingga terjadilah “run” yang dapat berlangsung berhari-hari.
- Atau dia bahkan akan menggunakan morphine untuk menghilangkan berbagai macam waham yang tidak mengenakkan itu sehingga dia terjerat di dalam perangkap “double drug dependence”, sehingga sekaligus dia akan menjadi amphetaminis dan morphonis.
Oleh sarjana lain (dalam majalah psikologi populer “Anda”, 1984) dikatakan bahwa dengan dosis tinggi amphetamine dapat merusak sel-sel otak, dan dapat merusak hubungan antara centrum-centrum sehingga terjadilah desintegrasi dalam kepribadian penderita yang akan berakibat sebagai psikosis obat.

SEBAGAI JALAN KELUAR
Pertama-tama anda harus menyadari atas tubuh kita yang gemuk dan berserah diri kepada Tuhan agar hati kita tenang dan tentram, sebab tidak selamanya tubuh yang gemuk itu tidak sehat. Janganlah sekali-kali kita menggunakan obat sebagai penurun berat badan kecuali dengan petunjuk dokter. Kemudian jaga keseimabangan hidup yaitu antara makan yang cukup dan teratur, bekerja dan istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur. Sebab pada prinsipnya kegemukan disebabkan karena ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang keluar sehingga apabila kalori yang masuk terlalu besar tetapi kalori yang keluar sedikit maka praktis tubuh akan menjadi gemuk. Diet yang baik dan olahraga membantu kita dalam usaha mengurangi berat badan dan sekaligus akan menambah vitalitas.
Jadi, untuk mempertahankan agar tubuh tetap ideal adalah dengan menjaga keseimbangan antara diet, kerja, istirahat, dan olahraga secara baik.




Sumber: Majalah Psikologi Populer “Anda”, Oleh Dr. B. Setia Budiarta, Edisi bulan Februari, 1980.

Sabtu, 17 April 2010

FACEBOOK SEBAGAI MEDIA INFORMASI

Dewasa ini, hampir semua orang memiliki account untuk situs jejaring facebook. Facebook dapat mempertemukan kita dengan teman-teman lama ataupun teman satu sekolah, kampus, tempat kerja, atau pun teman lainnya yang berada jauh dari kita. Kita dapat berteman dengan siapa saja dan dapat juga berkenalan dengan siapa saja.
Facebook selain mempertemukan kita dengan teman-teman, dalam facebook kita juga bisa melakukan chatting dengan teman-teman dalam account facebook kita yang sedang online. Selain itu kita juga bisa mengirim pesan kepada sesama teman, bisa juga memberi komentar pada dinding teman, mengisi apa yang kita pikirkan, mengomentari status orang lain, dan mendapatkan informasi tentang seseorang atau suatu perusahaan.
Facebook dapat dikatakan sebagai media informasi karena banyak perusahaan menggunakan facebook untuk menaruh iklan, memperkenalkan perusahaan, dan memberikan lowongan pekerjaan melalui facebook. Apabila kita bergabung dengan beberapa group yang ada di facebook, kita bisa mendapatkan informasi terbaru dari group tersebut. Informasi yang bisa kita dapatkan melalui facebook selain informasi mengenai diri seseorang, kita juga bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai lowongan pekerjaan, berita terbaru melalui group berita, mendapatkan banyak informasi mengenai buku-buku terbaru, membuat dan bergabung dengan komunitas dan mendapatkan informasi melalui kominitas di dalam facebook.
Facebook mempermudah kita untuk memperoleh berbagai informasi dan facebook juga membantu kita untuk berbagi informasi dengan orang lain.

ORANG TUA YANG KERAS MENANAM RASA TAKUT

Watak serta sikap dasar seseorang sangat dipengaruhi oleh pembinaan dan pendidikan di masa lampau. Sikap dasar anak sudah tertanam sejak dari kandungan ibu oleh sikap dan pola kebiasaan ibu. Ibu yang selalu sedih dan takut pasti membawa pengaruh yang unik dalam diri anak yang akan ibu lahirkan. Pembiasaan dan sikap-sikap anak yang terbentuk dalam usia-usia peka pasti akan sangat berpengaruh dalam perkembangan hidup seseorang. Dalam hal ini orang tua adalah lingkungan yang sangat menentukan dan menjadi akar serta dasar perkembangan kepribadian seseorang baik kea rah baik ataupun kea rah yang kurang baik. Banyak orang dewasa yang selalu dikuasai oleh perasaan takut sebagian besar adalah akibat pendidikan yang telah dikenyamnya dari orang tua. Orang tua yang kejam dan keras sering menanam suatu sikap dasar yang keras dan kejam pada anaknya, akan tetapi sikap itupun melahirkan perasaan takut. Anak yang terus menerus mendengar kata-kata kasar dan menyaksikan tindakan-tindakan kejam akan selalu merasa takut dan masih ada banyak sifat lain sebagai akibat dari rasa takut anatara lain: gagap, gugup, cemas, pasif, cepat merasa putusasa dan sulit mengambil keputusan.
Ada beberapa orang penakut dan pengecut. Diantar mereka itu yang mengalami perkembangan yang begitu baik sedangkan ada yang sampai sekarang belum berhasil menguasai dirinya, dan juga keadaannya memburuk. Teman SMP pak Kondrad (dalam majalah psikologi populer “Anda”, 1981) pernah dikeluarkan dari sekolah karena salah seorang pengajar tidak sabar lagi dan tidak mau menerima anak yang gagap dan takut menjadi muridnya. Ternyata sesudah berpindah ke sekolah lain, ia jadi begitu berani dan kepercayaan dirinya semakin besar. Dia baru saja mengisahkan pengalamannya itu sesudah memperoleh suatu kedudukan terhormat dan hidupnya yang sudah lebih stabil. Dan memang jujur pengakuannya. Sungguha malang bahwa dia barasal dari suatu latarbelakang hidup yang menyedihkan. Namun dia menerima kenyataan itu dan secara terus terang mengakuinya sebagai suatu kelemahan. Semasa kecilnya dia selalu merasa tidak tentram. Kekacauan antara ayah dan ibu selalu saja dia saksikan. Ayahnya adalah seorang yang kejam. Ibunya juga adalah seorang yang selalu ngotot dengan kata-kata kasar dan cacian. Terkadang dia menjadi sasaran perkelahian orang tuanya. Hal tersebut membuatnya merasa tertekan dan tertindih. Dia hamper tidak pernah mengalami situasi santai, malahan sebaliknya selalu tegang dan serius. Ia tidak pernah berkesempatan untuk berbicara menyatakan maksud dan rencananya. Ketakutan sudah sangat menguasainya. Tidak pernah dia menerima suatu kepercayaan dan kasih dari orang tuanya, yang ada hanya kata-kata suruhan dan perintah. Ketenangan dirasanya terlalu mahal untuk diperoleh dan kalaupun ada, barangkali hanya sekejap lalu lenyap kembali tanpa bekas. Dalam situasi seperti ini dia tentu tidak pernah memperoleh pendidikan dan pembinaan kepribadian yang baik.
Di sekolah dasar (SD) dia masih juga menemukan para guru yang kasar dan bengis terhadap anak-anak. Sangat seirng juga dia menjadi sasaran kelemahan orang lain karena memang dia adalah seorang yang gugup, takut dan selalu merasa diri rendah. Dia malah sering menjadi sasaran kekejaman para guru. Dia tidak tahu banyak dan dalam keadaan psikis seperti itu bagaimana mungkin dia dapat memenuhi segala tuntutan guru-gurunya? Ketika di SMP pun dia terpaksa berpindah sekolah karena mengalami otoritas yang sama. Tetapi di sekolah yang baru, dia merasakan suatu perubahan yang besar. Otoritas sekolah itu kelihatan sangat menghargakan semua anak. Semua anak diberi tempat yang wajar dan diterima sebagai pribadi yang mau berkembang. Di sana dia dilatih bagaimana seharusnya berbicara dan membaca. Dia juga mendapat bimbingan dalam banyak hal. Dan sekarang terbebas dari semua otoritas yang pernah dihadapinya, dia merasa bersyukur akhirnya dia mengalami perkembangan yang wajar. Dia semakin percaya diri karena dia selalu menerima kepercayaan dari orang lain. Dia diberi banyak tugas dan sering juga dia dipercayakan tugas berdiri diatas pentas. Dia akhirnya menyadari bahwa dia sudah menjadi seorang yang lebih beruntung dibandingkan begitu banyak temannya yang lain yang terus menerus ditindih kegagalan dan frustasi ketakutan. Dia sendiri dengan jujur mengakui bahwa dia sudah memperoleh keberanian dan rasa percaya diri oleh situasi akseptans baik dari otoritas maupun dari semua lingkungan sosial yang berpengaruh dan turut membinanya. Akan tetapi ia juga mengakui bahwa dia sampai ke taraf itu dia juga sudah menjadi takut oleh otoritas-otoritas yang keras dan menekan.
Sungguh seorang manusia hanya dapat lebih menjadi manusia kalau dia diterima sebagai manusia. Dia juga akan lebih menyadari dirinya kalau dia pernah disadarkan juga oleh orang lain.



Sumber : Majalah Psikologi Populer “Anda”, Oleh Kondrad, Edisi bulan Januari, 1981.

NARKOTIKA DAN PSIKOLOGI

Seperti diketahui bahwa hubungan antara narkotika dan psikologi adalah sangat erat, sehingga di sini akan membahas hubungan antara kedua hal tersebut disertai dengan bahaya-bahayanya.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KECANDUAN NARKOTIK
Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan orang kecanduan narkotik, antara lain:
- Faktor interpersonal
- Kebiasaan
- Sosial budaya
- Ekonomi
- Faktor obat
Dipandang dari segi psikologi maka faktor interpersonal (individu) adalah yang paling menyolok, sebab dapat dilihat bahwa kegemaran dari masing-masing individu adalah berbeda-beda, misalnya ada orang yang gemar minum alcohol, ada yang gemar merokok, ada yang suka makan yang enak-enak, dan lain-lain. Kegemaran dari masing-masing individu ini sebenarnya sudah dimulai sejak kecil. Pada kebanyakan penderita, pemakaian obat (narkotik) ini adalah cara yang paling mudah untuk pelarian pada saat-saat mereka menghadapi suatu masalah, dimana ini merupakan suatu refleksi dari stres psikis dan merupakan suatu usaha untuk mengatasi ketidakseimbangan keadaan intra psikis.

GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MUDAH MENJADI KORBAN NARKOTIK
1. Penderita yang sejak anak-anak mengalami suatu hubungan interpersonal yang kurang harmonis di dalam keluarganya, sehingga mengalami regresi dan fiksasi pada masa pregenital, oral, dan masa archais dari perkembangan psokoseksual. Manifestasi ini akan tampak jelas bila penderita mengalami gangguan emosi yang cukup berat, sehingga ia ingin dihargai, ingin dinomor satukan, yang akhirnya ia akan melarikan diri pada obat (narkotik).
2. Keluarga dengan pola kasih sayang yang semu dan terlalu banyak melindungi anak.
3. Kurang perhatian terhadap anak dan kebutuhan emosi anak yang real.
4. Dimana orang tua selalu mementingkan diri sendiri dan hanya mengejar karir dan prestise dirinya, sehingga si anak mementingkan diri sendiri pula.
5. Tidak adanya kejujuran antara anggota keluarga.
Kebanyakan penderita yang kecanduan narkotik adalah mereka yang mempunyai kepribadian yang immatur, kurang dewasa untuk mampu memecahkan problem yang dihadapinya, sehinggan akan timbul kecemasan dan kesedihan ini akan mengakibatkan ketegangan mental yang terus menerus, sehingga penderita akan menjadi sangat gelisah, kemudian penderita akan berusaha menolong dirinya sendiri dengan kemampuan sendiri untuk mencapai kedamaian hati, tetapi gagal. Hal ini akan berlangsung secara terus menerus, sehingga akhirnya penderita lari pada obat (narkotik). Setelah penderita minum obat, penderita merasa tenang, kemudian berusaha untuk lepas dari masalah yang dihadapinya, dan ternyata gagal lagi, kemudian minum obat lagi dan seterusnya, sehingga penderita akan betul-betul kecanduan obat secara serius tetapi masalah yang dihadapinya tidak akan terpecahkan untuk selamanya. Gambaran dari penderita semacam ini akan tampak jelas pada mereka yang waktu kanak-kanak dulu tidak mengenyam dan menikmakti asuhan, bimbingan, pengarahan dan pendidikan anak yang ideal sejak masa kanak-kanak sesuai dengan sifat anak dalam tahap-tahap masa perkembangan jiwa. Sehingga pada waktu anak sudah dewasa akan kurang mampu memilih cara yang benar dalam pemecahan masalah yang dihadapinya.

GAMBARAN SEORANG YANG KECANDUAN NARKOTIK
Pada penderita yang kecenderungan narkotik akan selalu terjadi:
1. Toleransi
Dengan pemakaian yang kronik, efek obat semakin menurun, untuk memperoleh efek obat yang sama semakin lama dosis akan harus dinaikkan sehingga pada suatu ketika saturasi point akan terlewati, dan terjadilah dekompensasi fungsi mental, penderita menjadi sedatifis/hypnotisfis, alkoholis dan ganjais.
2. Ketergantungan psikis (psychys dependence)
Karena pemakaian obat sering menimbulkan gangguan mental sehingga penderita ingin selalu mendapatkan obat tersebut. Sifat dari ketergantungan psikis ini lebih ringan bila dibandingkan dengan ketergantungan-ketergantungan psikis ini lebih ringan bila dibandingkan dengan ketergantungan-ketergantungan fisik (physical dependence), namun penderita sudah sering tidak menguasai diri. Sering pula dari ketergantungan psikis ini penderita sudah menjurus keperbuatan antisocial, sering menimbulkan tindak pidana dan kejahatan-kejahatan yang lain.
3. Ketergantungan fisik (physical dependence)
Ketergantungan terhadap obat sering menimbulkan efek fisik yang serius lebih-lebih bila obat dihentikan secara mendadak, seperti juga ketergantungan fisik ini selalu disertai dengan ketergantungan psikis. Dari sini akan lebih menjurus keperbuatan antisocial. Umumnya banyak tindakan pidana dan kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh penderita-penderita yang mengalami ketergantungan fisik ini.
4. With drawl syndrome (sindrom abstinensi)
Yaitu gejala-gejala yang timbul bila seorang pecandu narkotik atau obat lain, pada waktunya tidak memperoleh obat tersebut, atau pemakaian obat dihentikan secara mendadak. Gejala dari with drawl syndrome ini antara lain: penderita menunjukkan respon autonomic yang berlebihan, kemungkinan ini disebabkan oleh pengeluaran autonomic stabilizing mechanism. Pupil tampak melebar, banyak keringat, tremor, tidak dapat tidur, kadang-kadang menangis, perbuatan antisocial (criminal activity).
Apabila berat, penderita akan mual, muntah diare, sakit perut hebat gerakan-gerakan yang menetap, berat badan turun, sikap menjadi curiga dan suhu tubuh meninggi dan bila extreme penderita bisa meninggal.

Sedang tanda-tanda dan gejala klinis pada keracunan narkotik adalah sebagai berikut:
- Dari keterangan keluarga atau teman terdekat penderita adalah pecandu narkotik.
- Pada kulit lengan tampak bekas-bekas suntikan.
- Kulit terasa gatal, kadang-kadang tampak kemerahan dan lecet-lecet akibat garukan.
- Kepala pusing, perut mual, muntah, tidak ada nafsu makan.
- Perangainya berubah menjadi agresif dan criminal activity.
- Anxietas, kadang-kadang euphori – depresi bergantian.
- Tremor yang kasar, sering penderita menguap dan bersin.
- Suhu tubuh menurun, bila berat maka suhu tubuh akan meninggi.
- Denyut jantung melambat.

PENYELESAIAN MASALAH
Sebetulnya yang akan diutarakan di sini, bukanlah penyelesaian masalah secara tuntas, tetapi lebih bersifat suatu preventif. Sebab jika kita menginginkan penyelesaian masalah secara tuntas, maka oleh karena masalah narkotik adalah sangat komplek, sehingga membutuhkan pendekatan secara multi sektoral, yang melibatkan antara lain: medis, psikologis, penegak hokum, pendidilk, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Sedang jika kita ingin melakukan tindak pencegahan maka orang tualah yang memegang peranan penting dalam hal ini. Orang tua harus tahu dan menghayati secara mendalam tentang psikologi perkembangan jiwa agar dapat menjadi tonggak dalam pembinaan mental anak-anak hingga dewasa. Sebab seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa penyebab dari kecanduan narkotik adalah penderita dengan kepribadian yang immnatur yang mana ini adalah akibat dari kesalahan orang tua dalam membimbing anaknya, sehingga pencegahan ini oleh orang tua harus kita mulai sedini mungkin, agar generasi selanjutnya terbebas dari masalah narkotik ini.



Sumber : Majalah psikologi populer “Anda”, B. Setia Budiartha, Edisi bulan November, 1979.

INTTELEGENSI

Dalam percakapan sehari-hari kita sering mendengar istilah intelegensi dan inteligen. Penggunaan istilah intelegensi sering juga dikenal dengan intelek, pemikiran (reasioning), berpikir (thinking), rasional dan trampil (skilled). Sebelum membahas lebih jauh tentang intelegensi terlebih dahulu kita melihat arti intelegensi dan intelegen. Menurut W. Stern (dalam majalah psikologi popular “Anda”, 1984) intelegensi adalah suatu kesanggupan jiwa untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat dalam suatu situasi yang baru. Menurut V. Hees (dalam majalah psikologi populer “Anda”, 1984) intelegensi adalah sifat kecerdasan jiwa. Sedangkan inteligen adalah orang yang bertindak menurut intelegensi yang tinggi.

Kapasitas dan Intelegensi
Setiap manusia mewarisi suatu kapasitas untuk menjadi inteligen, tetapi pada masing-masing individu kapasitas ini mempunyai kadar tertentu, ada yang kapasitasnya tinggi ada yang kapasitasnya kurang tinggi. Dengan singkat dapat dikatakan faktor bawaan yang memberikan kapasitas tertentu pada setiap individu. Ketika kita memberi pendidikan kepada anak-anak kita, ini berarti kita mengembangkan kapasitas yang telah dimiliki oleh anak kita tersebut melalui pengaruh lingkungan. Dari uraian tentang kapasitas dan intelegensi di atas mungkin timbul suatu pertanyaan dalam hati pembaca, jika kapasitas dapat dikembangkan, apakah intelegensi dapat dikembangkan juga? Menurut Binet W. Stern (dalam majalah psokologi populer “Anda”, 1984) menyatakan bahwa intelegensi tidak dapat dikembangkan, tetapi menurut Prof. Kohnstamm (dalam majalah psikologi populer “Anda”, 1984) menyatakan bahwa intelegensi dapat dikembangkan, tetapi mempunyai syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut adalah:
Bahwa perkembangan itu hanya dapat sampai pada batas kemampuan maximal yang dipunyai orang tersebut. Pengembangan tidak dapat melebihi batas itu, seperti halnya kapasitas, intelegensi setiap orang juga mempunyai batas-batas tertentu yang masing-masing berlainan. Tergantung pula kepada mutu intelegensi. Artinya seseorang tidak akan selesai mengerjakan sesuatu jika pekerjaan itu atas mutu intelegensinya.
Perkembangan intelegensi bergantung pula pada cara berpikir metodis.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Faktor adalah segala kesanggupan yang telah kita bawa sejak lahir. Pembawaan ini pada setiap orang tidak sama. Kematangan adalah saat tepat munculnya sesuatu kemampuan yang kemudian berkembang dan mencapai saat puncaknya. Pembentukan adalah segala faktor luar yang mempengaruhi intelegensi di masa perkembangannya. Minat adalah motor penggerak dari intelegensi. Setiap manusia pasti melakukan perbuatan, baik itu perbuatan positif maupun perbuatan negatif.
Masalahnya sekarang adalah apakah perbuatan yang dilakukan termasuk perbuatan yang inteligen. Tolak ukur apakah yang dapat menilai suatu perbuatan itu dikatakan inteligen atau tidak? Menurut Budi Sayuto (dalam psikologi populer “Anda”, 1984) sesuatu perbuatan disebut perbuatan inteligen bila perbuatan itu memenuhi syarat antara lain:
1. Mempunyai taraf kesukaran tertentu
2. Sesuai dengan tujuan perbuatannya
3. Perbuatan tersebut sifatnya asli (orisinil)
4. Mengandung abstraksi
5. Disertai pengendalian emosi
6. Tidak melawan norma masyarakat
7. Perbuatan tersebuat memerlukan pemusatan perhatian

Ketujuh factor di atas adalah sebagai tolak ukur dari suatu perbuatan yang dapat dikatakan sebagai inteligen.



Sumber : Majalah Psikologi Populer “Anda”, Oleh Budi Sayuto, Edisi bulan Februari, 1984.